Mengenai Saya

Selasa, 03 November 2015

rahasia kesaktian [PSHT]

Setiap manusia berjalan sesuai dengan irama kodratnya masing-masing. Setiap ilmu yang turun kedalam jiwa walau dalam tempat yang samapun akan di implementasikan berbeda.
Lulus dari TERATE sama hanya adalah lahirnya Duta Istimewa Masyrakat.
Mengembangkan PSHT dan Memayu Hayuning Buwana, ikut menjaga kedamain dunia dan lingkungan menjadi pekerjaan warga sehingga kami sebut Sang Duta Istimewa.
Jiwa yang bertahun tahun disepuh dengan mental dan keruhanian, sampai membentuk Pendekar Yang Arif.
Berjalan tertatih-tatih sampai batas perhentian demi menggapai jiwa spiritual Setia Hati.
Lalu bagaimana kita bisa mengembangkan PSHT dengan keterbatasan kita?
"keterbatasan bukanlah pembatas , tapi agar kalian menemukan sesuatu yang tanpa batas yang tersimpan dalam dirimu" #kanjeng
Kita adalah pendekar yang cerdas dan tangkas, yang bisa membaca tentang kodrat alam. Bahwa isi alam tidak bisa harus ikut cara berfikir kita.
Alam akan memposisikan manusia yang egois kedalam kedudukan yang rendah dan sempit. Mereka akan sibuk untuk kebaikan diri bukan kebaikan bersama.
Pendekar arif adalah Pendekar yang mempunyai pola pikiran yang bisa diterima oleh banyaknya pola pikiran yang ada.
Dengan cara keluarlah dari jiwa egois dan merasa paling benar, karena merasa paling benar akan membuat kita sempit menerima keluasaan kebenaran karena terhalang oleh keegoisan itu sendiri.
Itulah cara hebat membuat anda jadi pendekar yang punya pengaruh. Dan dengan ini anda punya satu potensi luar biasa dari cara sederhana untuk mengembagkan latihan dari keluasan pikiran anda. Karena diri anda akan dijadikan pusat Pemikir dari berbagai pola pikiran manusia. Anda akan lahir sebagai pemikir ulung yang dicari banyak orang karena yang melahirkan petuah yang mencerahkan untuk orang.
Saat itulah pusat medan magnet perasaan lingkungan ada dalam dirimu, menarik cinta sepadat udara disemesta.
Tahukah anda jika dirimu sudah ditaruh dihati semua orang. Tuhan utuh menjadi pelindungmu dengan tangan alam.
Jangan kawatir dengan kesaktian gendam, kanuragan dan perdukunan yang ada. Alam begitu otomatis membuat ruangan dalam kedudukan jiwa yang seperti itu. Kesadaran ilmiyah anda akan dibiarkan kosong agar tetap merendah atas ketinggian Tuhan dan hanya memiliki pusaka sebuah yakin dan doa agar dirimu tidak sombong. Jiwamu dalam posisi yang sangat aman dalam gengaman tuhan.
inilah Sebuah sakti tanpa aji, dan digdaya tanpa mantra akan anda warisi.
Yang sebenarnya ilmu kehalusan budi yang hanya melibatkan tuhannya untuk dirinya.
"Dimisalkan jiwa anda adalah anak ayam yang kecil tidak punya daya ketika akan dimangsa anjing, sang indukpun akan datang dengan sendirinya melindungi dalam setiap marabahaya. inilah gambaran sakti tanpa aji, digdaya tanpa mantara hasil dari sebuah mutiara olah rasa.
Tuhanpun akan datang dengan seketika memenuhi panggilan hamba melindungi ketika dalam marabahaya.
====================%%%%%=================
Jadikan penghambaan sebagai tempat mendudukan ruhanimu.
agar jiwamu berada dalam ketinggian tuhanmu.
Disanalah mutiara olah rasa, sebuah kesaktian tanpa aji, digdaya tanpa mantra.
Karena jiwa ketika itu duduk dalam kawasan tuhan.
"Tuhan datang dengan seketika memenuhi panggilan para hamba"
PERCAYALAH
setia hati bukan kekuatan prana, bukan perklenikan dan mantra. Setia Hati adalah kesaktian yang tak terkalahkan.
Atas mekarnya terate didalam jiwa suci manusia oleh cahaya tuhan atas penghambaannya.

olah rasa [PSHT]

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE - Suatu Nama yang sangat luar biasa makna dan peng artiannya, mari sedikit kita renungi bersama.

Daya sentuhan yang sangat sakral, gagah dalam penulisanya,kekar setiap pendirian abjadnya dan nampak wibawa rangkaian empat suku katanya.
PSHT memang dirancang dengan mensinergikan unsur-unsur keArifan,keTuhanan/keyakinan,budaya dan kesenian,sampai unsur kepemerintahan pun mengalir disetiap langkah alur perjalannannya.
Ini jugalah yang menjadikan PSHT sebuah Organisasi yang paling unggul dan terperinci dibanding Organisasi Pencak silat yang lainnya, dari sisi Persaudaraannya, Keluhuran budi pekertinya / kesetiaan pada hatinnya, dan peranan untuk alam dengan simbol teratenya, ini adalah suatu do'a inti yang tersembunyi, mandat agung yang terus terwariskan.
Wadah saling asah asih dan asuh tanpa ego perbedaan, ya begitu Agungnya hasil karya seni Leluhur PSHT yang tersejarahkan dan suatu misi besar dengan pengawalan Dzat Sang Maha Tunggal pemilik semesta kehidupan ini. Tidak di pungkiri lagi bahwa PSHT dengan peranan para jiwa jiwa pendekar Setia Hati yang benar-benar mampu bisa meng Kiblat-kan-hati-nya, yaitu mengarahkan pandangan jiwa batinnya kepada satu titik yang Mutlak kebenaranya dimana titik itu adalah tempat asal usulmu berada, kami yakin PSHT akan menggetarkan dunia ini sebagai penyampai firman-firman Kebenaran yang akan menerangi setiap sudut bumi dengan Sinar Hati nya,

Apakah engkau sadar dengan semua ini wahai saudaraku? Apakah PSHT ini semua adalah kebetulan belaka? Tentu tidak demikian saudaraku..!
Ini semua adalah hasil karya agung arsitek kehidupan yang nyata, ngilmune lelaku para pelaku lika likune urip, ini adalah kesengajaan yang benar-benar ditiupkan dengan rahmat Gusti kang moho kuoso. Kebenaran membawa sejarah ini sampai kepada kita, sejarah Persaudaraan yang tak dapat terputus hingga penurus detak jantung dan aliran darah kita nanti. JAYA SELAMA LAMANYA

Sejenak Tundukanlah wajah dan jiwamu perlahan tanggalkan segala ego dan pikiran-pikiran keji yang tersusun dalam angan pikiran, lepaskan ketegangan-ketegangan yang mengikat panas emosi, keangkuhan dan permusuhan,
perlahan gugurkan kesombongan yang telah lama kokoh dalam dada kita yang semua itu adalah virus-virus penyakit yang menginfeksi perangkat lunak kejiwaan kita, yang menutup selubung hati kita, membutakan pandangan kemurnian jiwa kita, dan selalu mengarahkan prasangka dalam sudut pandang kenegatifan setan.
Bangkitkan kesejatian diri kita, jiwa-jiwa kita yang terkubur dalam lumpur kegelapan, ikat kuat kembali tali Persaudaraan kita yang kian melemah dan memudar, jabat erat lagi Rasa batin kita agar sampai pada penghormatan yang tulus,satukan kembali jiwa batin kita agar lenyap tirai penyekat pangkat dan jabatan yang menghalangi karena kita adalah sama.
Kita adalah Pemikul sari pathi do'a.
Do'a diatas segala aji,
Do'a diatas segala mantera,
Do'a diatas segala keampuhan dan kedigdayaan,
sebagai Kaki Tangan Tuhan
yang tersimbolkan pada nama kebesaran kita Persaudaraan Setia Hati Terate.

ENGKAU ADALAH SAUDARAKU ini mantera aji ku.

hakekat pencak silat sh

HAKEKAT PENCAK SILAT SETIA HATI:Seperti telah dikemukakan terlebih dahulu, Pencak-Silat “SH” pada hakekatnya adalahperwujudan dari-pada gerak mobah-molah insan SH. Dalam rangka menghindari atau meniadakan aral-lintangatau “rubeda” guna mempertahankan diri.Dalam pada itu perlu disadari pula, bahwa sebetulnya yang dianggap “rubeda” yang sangat berbahaya itu pada umumnya datangnya tidak dari luar diri kita, tetapi justru dari dalam kita sendiri, dalam bentuk hawa nafsu yang berlebih-lebihan.Hawa nafsu inilah yang menjelma menjadi kehendak-keinginan dan kemudian menguasai “aku” kita. Ini tidak mungkin dilumpuhkan dengan ketangkasan dan ketrampilan jasmani, tetapi harus dilumpuhkan dengan kekuatan atau kesentausaan rochkani. Dengan kata lain dengan kekuatan dan kesentausaan Iman.Kekuatan dan kesentausaan iman itu didapatkannya dengan olah jiwa. Oleh karenanya para kadhang diharuskan disamping berolah-raga juga berolah-jiwa,agar mempunyai kekuatan rokhani sewaktu-waktu diperlukan, untuk menghadapi tantangan-tantangan yang tersembunyi atau tidak kasat mata. Namundemikian hendaknya diusahakan agar kekuatan rokhani itu dihimpun dari kekuatan yang melandas kepada TUHAN YANG MAHA ESA.

R.M soetomo mangkoedjojo

Beliau adalah murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo ( Pendiri PSHT ). R.M. Soetomo Mangkoedjojo adalah seorang Pendekar Tingkat III , R.M. Soetomo Mangkoedjojo disyahkan menjadi pendekar tingkat I pada tahun 1928. Berikut murid – murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang disyahkan pada tahun 1928 adalah sebagai berikut :

- Bapak Soetomo Mangkoedjojo ( Madiun )
- Bapak Hardjosajano alias Hardjo Girin ( Kepatihan Madiun )
- Bapak Moch Irsad ( Madiun )
- Dewan pengesah : Ki Hadjar Hardjo Oetomo
- Pelaksanaan Pengesahan : Di kediaman Ki Hadjar Hardjo Oetomo, Desa Pilangbango Madiun.
Kemudian pada tahun 1936 R.M. Soetomo Mangkoedjojo mendirikan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo, dan pengesahan pertama dilakukan pada tahun 1938 yang mengesahkan sebanyak 4 orang.

Pada tahun 1948 beberapa murid Ki Hadjar Harjo Oetomo antara lain Soetomo Mangkoedjojo, Darsono, Suprodjo, Hardjo Giring, Gunawan, Hadisubroto, Hardjo Wagiran, Letnan CPM Sunardi, Sumadji al. Atmadji, Badini, Irsad dan kawan – kawan mempunyai prakasa untuk mengadakan konfrensi di tempat kediaman Ki Hadjar Harjo Oetomo . Tujuan diadakan konfrensi tersebut adalah untuk merubah / mengganti sifat Perguruan menjadi Organisasi Setia Hati Terate yang mempunyai Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Setelah Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dikukuhkan menjadi suatu organisasi maka di pilihlah R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai ketua dan Bapak Darsono sebagai wakil ketua.
Kemudian pada tahun 1953 karena pekerjan beliau dipindah tugaskan ke Surabaya selanjutnya Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate diserah terimakan kepada bapak Irsad.
Pada tahun 1958 R.M. Soetomo Mangkoedjojo mengesahkan Sdr. R.M Imam Kussupangat, Sdr. Kuswanto. BA dan Sdr. Harsanto. SH menjadi warga tingkat I, pengesahan dilakukan di Oro – Oro Ombo Madiun di rumah Bapak Santoso.
Pada tahun 1963 R.M. Soetomo Mangkoedjojo melatih langsung Sdr. R.M Imam Kussupangat tingkat II. Dan pada tahun 1964 Sdr. R.M Imam Kussupangat disyahkan menjadi warga tingkat II, pengesahan dilaksanakan di Jl. Diponegoro 45 Madiun oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai Dewan Pengesah.
Pada tahun 1966 Sdr. R.M Imam Kussupangat mulai menjalani latihan tingkat III karena dianggap berhak untuk menerima ilmu Setia Hati tingkat III oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo. Dimana ilmu tersebut berdasarkan “Wahyu” dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Semenjak itu Sdr. R.M Imam Kussupangat dimulai latihan tingkat III dilatih dan disyahkan oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo ( sebagai Ketua Dewan Pusat dan Dewan Pengesah ). Maka dari itu Sdr. R.M Imam Kussupangat tidak lepas sedikitpun peranan dan bimbingan dari R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai pelatih atau disebut sebagai guru dalam pendidikan tingkat II maupun tingkat III
Tahun 1974 diselenggarakan Musyawarah Besar ( MUBES ) I Persaudaraan Setia Hati Terate dengan kesepakatan mengangkat R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate dan R.M. Imam Kussupangat sebagai Ketua Umum Pusat.

Pada tanggal 14 Desember 1975 R.M. Soetomo Mangkoedjojo wafat dan dimakamkan di Makam Cangkring Madiun.
Berikut adalah kedudukan yang pernah dipegang oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate

- Tahun 1948 adalah Ketua Umum Pusat yang pertama Persaudaraan Setia Hati Terate ( dari “ perguruan “ menjadi “ organisasi “ )
- Tahun 1956 Ketua Umum Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate,
- Tahun 1964 Ketua Umum Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate
- Tahun 1974 Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate
Demikian sedikit perjalanan hidup tentang R.M. Soetomo Mangkoedjojo, mudah – mudahan dengan sedikit catatan ini bisa membantu untuk tambahnya pengertian dan pengetahuan kita semua agar wawasan sejarah berdirinya Persaudaraan Setia Hati Terate sampai dengan perkembangannya dapat kita ikuti dan ketahui bersama secara tepat dan benar.

sumber ilmu eyang suro

Sumber Ilmu Kebhatinan bdan Ilmu Pencak Silat dari Persaudaraan Setya Hati yang diajarkan oleh Ki Ngabehi Soerodiwiryo adalah ‘SARI-SARI’ ajaran yang beliau dapatkan dari berguru pada para pendekar pada jamannya , dan digunakan sebagai dasar pemberian pelajaran kepada keluarga besar Persaudaraan Setya Hati sampai sekarang .

SUMBER ILMU KEBHATINAN

PERTAMA : Didapat dari GUSTI KENANGA MANGGA TENGAH asal dari Bali yang bernama asli NYOMAN IDE GEMPOL yang bertempat tinggal di Oleleh (Aceh) , seorang Ponggawa Besar yang diselong ( diasingkan ) dibuang oleh Pemerintah Kolonial Belanda ke Aceh . Dari beliau didapat wejangan ilmu kebhatinan yang oleh Ki Ngabehi Soerodiwiryo dipergunakan sebagai syarat-syarat penerimaan saudara-saudara SH baru yang berujud : Air Kecer , Mori Putih , Lambang-lambang , Uang Ketengan (yang mempunyai nilai terendah) , Letak Kekuatan Tubuh Manusia Tiap Hari ( makna sircle ) , pemberian wejangan ini disebut WEJANGAN TINGKAT PERTAMA ( Trap Pertama ) .

KEDUA : Didapat dari DATUK RADJO BATUAH , yang merupakan ajaran / wejangan Ilmu Kebhatinan dari Sumatra Barat yang berujud 2 (dua) kalimat rafal yang bermaksud ‘menyadarkan diri manusia’ dengan segenap akal budi nya secara totalitas kepada Allah beserta Rosulnya , agar diri atau tubuh terhindar dari segala mara bahaya .
2 ( dua ) kalimat rafal dari Datuk Radjo Batuah ini diajarkan kepada saudara-saudara SH sebagai WEJANGAN TINGKAT KEDUA ( Trap Kedua ) .

Wejangan Tingkat Kedua mengandung 3 (tiga) kalimat rafal , adapun rafal ke tiga didapat dari K.A.A.Serang Soeronegoro ( Bupati Kediri yang meninggal Th.1916 M ) . Dari Bupati Kediri ini selain mendapat rafal ketiga , kepada Ki Ngabehi Soerodiwiryo juga diberikan ‘Coretan Gaib’ dimana sebelum membuat coretan gaib ini , seseorang harus menebus dengan laku puasa membisu .

Apabila para saudara ingin menyaksikan dipersilahkan datang dipendopo Kabupaten Kediri dan mengamat-amati ukir-ukiran pada ompak (alas) empat sokoguru (tiang) pendopo kabupaten tersebut .
Coretan Gaib ini tidak termasuk ‘wejangan tingkat kedua’ , tetapi diberikan beliau kepada para saudara SH yang selalu dekat dengan beliau dengan tambahan syarat harus sanggup mencari cara menulis dan membuatnya .

KETIGA : Didapatkan juga dari GUSTI KENANGA MANGGA TENGAH selain wejangan tingkat pertama ( trap pertama ) , diterima untuk saudara-saudara SH terpilih untuk mendapatkan WEJANGAN TINGKAT KETIGA ( Trap Ketiga ) , dimana wejangan ini merupakan ajaran tertinggi bagi saudara-saudara SH tentang ‘SANGKAN PARANING DUMADHI’ yang mengajar kepada saudara SH untuk mengenal ‘Sangkaning dumadhi’ dan pada akhirnya nanti tahu kemana ‘Paraning Dumadhi’ .

Bagi saudara-saudara SH yang telah mendapatkan wejangan lengkap tersebut diatas , sudah diberi kewenangan untuk menjadi ‘Juru Kecer’ dalam penerimaan saudara-saudara SH baru secara dulu Ki Ngabehi Soerodiwiryo almarhum melaksanakan .

SUMBER PENCAK SILAT

Salah seorang guru pencak silat yang dianggap terbaik permainannya disamping memberi wejangan-wejangan ‘Dua Kalimat Rafal’ adalah DATUK RADJO BATUAH dari Sumatra Barat .
Dimana nama ‘Datuk Radjo Batuah’ selalu diperingati pada tiap-tiap selamatan upacara penerimaan saudara SH baru , lain guru dan pendekar tidak disebutkan namanya pada selamatan ini , tetapi beberapa permainan pencak silat yang dianggap penting yang melengkapi jurus-jurus pencak setya hati selalu diperingati dengan selamatan pada upacara tersebut .
Selain memperingati permainan-permainan pencak silat yang akan dipelajari tiap saudara saudara SH pada selamatan itu harus pula ‘memperingati asal mula terjadinya sebagai manusia dan letak berdirinya dibumi ini’ .

Peringatan yang terakhir ini , tidak hanya pada waktu upacara penerimaan saudara baru saja , tetapi tiap-tiap berhajat apa saja beliau selalu mengingatkan saudara-saudara tua SH dahulu untuk supaya tidak lupa ‘Ingat akan Sangkan Paraning Dumadhi’ , sehingga pada waktu berlatih sambung diwujutkan dengan ‘Uluk Salam’.

Upacara selamatan dimaksud agar saudara SH yang mempunyai hajad itu memperingati awal mulanya hidup didunia ini , dan yang kedua ialah agar supaya mendapat restu dan berkenan menerima wejangan-wejangan ilmu kebatinan dan permainan pencak silat guna dapat mengalahkan segala bahaya .

Kejujuran Ki Ngabehi Soerodiwiryo yang selalu dibuktikan ialah , bahwa beliau selalu tidak melupakan jasa-jasa gurunya . Pada waktu-waktu memberikan pelajaran pencak silat selalu ditegaskan bahwa tegak-tegak ( stand ) atau langkah-langkah dan gerakan-gerakan tangan yang diajarkan itu didapat dari pendekar A dan B , dan permainan -permainan dari daerah C dan D dan begitu seterusnya . Demikian juga halnya dengan ilmu kebhatinan nya .

Beliau dikalangan persaudaraan SH tidak suka disebut guru melainkan minta supaya disebut ‘saudara tertua’ saja , menurut keterangan beliau bahwa dalam mencari kepandaian pencak silat yang terpenting harus ‘mempunyai kemauan keras dan sangat berani’ .

Sumber-sumber permainan pencak silat SH asalnya telah diuraikan pada riwayat hidup Ki Ng. Soerodiwiryo dimuka , dari sumber-sumber itulah beliau mengambil sari-sarinya dengan dicampur , diteliti berdasarkan pengalaman-pengalaman sambung dan latihan di berbagai tempat , cobaan-cobaan yang didapatkan dari perguruan lain atau dari perkelahian-perkelahian .

Hasil dari pengambilan sari yang dicampur dan diubah secara teliti itulah yang memungkinkan beliau berhasil menciptakan beberapa jurus pencak silat yang digunakan sebagai dasar permainan pencak silat ‘Setya Hati’ .

ASAL MULA NAMA JURUS-JURUS PENCAK SILAT SETYA HATI
1. BETAWEN I
2. BETAWEN II
3. CIMANDE I
4. CIMANDE II
5. CIKALONG (slewah)
6. CIAMPEA I (besutan)
7. CIAMPEA II (krawilan)
8. TANAH BARU I
9. TANAH BARU II
10. PERMAINAN MONYETAN
11. CIMANDE III (kletan)
12. CIMANDE IV
13. CIMANDE V
14. CIBEDUYUT (toya)
15. PADANG PANJANG I
16. PADANG PANJANG II
17. CIPETIR
18. PADANG SIRANTI
19. SUMEDANGAN I
20. SUMEDANGAN II
21. LINTAU
22. CIMANDE VI
23. ALANG LAWAS I
24. ALANG LAWAS II
25. MINANGKABAU I (kucingan)
26. SOLOK MINANG
27. CIBEDUYUT
28. CIMANDE VII
29. TERLAKAN MONYETAN TUKANG[STERLAK](tdk diajarkan)
30. PADANG ALAI I
31. PADANG ALAI II
32. FORD DE KOCK
33. PADANG ALAI III
34. PADANG ALAI IV
35. KUDA BATAK
36. SIPAI MINANG III (blirik)


Oleh karena dalam penulisan ‘buku peringatan’ ini bukan untuk digunakan sebagai buku pelajaran pencak silat , maka disini tidak ditulis ataupun digambar bagaimana wujud dan cara mengerjakan jurus-jurus pencak silat SH .

Senin, 02 November 2015

Janji ANGGOTA Setia Hati Terate

Janji ANGGOTA Setia Hati Terate
Janji Setia anggota Setia Hati Terate, dengan rendah hati dan penuh kesabaran kami berjanji :

I.    Sebagai anggota Setia Hati Terate, kami akan senantiasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa.

II.   Sebagai anggota Setia Hati Terate, bagiku adalah sarana untuk mendewasakan jasmani maupun rohani.
      Oleh karena itu, harus dijaga dan diselamatkan keharumannya.

III. Sebagai anggota Setia Hati Terate, kami akan senantiasa berdisiplin, patuh, dan setia pada peraturan-peraturan, tata tertib dan kewajiban yang diinstruksikan oleh pemimpin.

IV. Sebagai anggota Setia Hati Terate, kami akan senantiasa saling kasih mengasihi dengan penuh persaudaraan.

V.  Sebagai anggota Setia Hati Terate, kami akan patuh dan berdisiplin dalam berlatih.

VI. Sebagai anggota Setia Hati Terate, kami akan memupuk rasa rendah hati dan penuh cinta kasih terhadap sesama manusia umumnya dan pada Setia Hati Terate khususnya.

VII. Sebagai anggota Setia Hati Terate, kami tidak akan sombong dan menggunakan pengetahuan Setia Hati Terate di sembarang tempat.
Demikian janji kami, biarlah saudara-saudara tua kami yang hadir pada saat ini menjadi saksi dan biarlah Tuhan Yang Mahaesa memberkati dan memberikan tuntunan, amin.

napak tilas [eyang suro]

Sumber Ilmu Kebhatinan bdan Ilmu Pencak Silat dari Persaudaraan Setya Hati yang diajarkan oleh Ki Ngabehi Soerodiwiryo adalah ‘SARI-SARI’ ajaran yang beliau dapatkan dari berguru pada para pendekar pada jamannya , dan digunakan sebagai dasar pemberian pelajaran kepada keluarga besar Persaudaraan Setya Hati sampai sekarang . 

SUMBER ILMU KEBHATINAN 

PERTAMA : Didapat dari GUSTI KENANGA MANGGA TENGAH asal dari Bali yang bernama asli NYOMAN IDE GEMPOL yang bertempat tinggal di Oleleh (Aceh) , seorang Ponggawa Besar yang diselong ( diasingkan ) dibuang oleh Pemerintah Kolonial Belanda ke Aceh . Dari beliau didapat wejangan ilmu kebhatinan yang oleh Ki Ngabehi Soerodiwiryo dipergunakan sebagai syarat-syarat penerimaan saudara-saudara SH baru yang berujud : Air Kecer , Mori Putih , Lambang-lambang , Uang Ketengan (yang mempunyai nilai terendah) , Letak Kekuatan Tubuh Manusia Tiap Hari ( makna sircle ) , pemberian wejangan ini disebut WEJANGAN TINGKAT PERTAMA ( Trap Pertama ) . 

KEDUA : Didapat dari DATUK RADJO BATUAH , yang merupakan ajaran / wejangan Ilmu Kebhatinan dari Sumatra Barat yang berujud 2 (dua) kalimat rafal yang bermaksud ‘menyadarkan diri manusia’ dengan segenap akal budi nya secara totalitas kepada Allah beserta Rosulnya , agar diri atau tubuh terhindar dari segala mara bahaya .
2 ( dua ) kalimat rafal dari Datuk Radjo Batuah ini diajarkan kepada saudara-saudara SH sebagai WEJANGAN TINGKAT KEDUA ( Trap Kedua ) . 

Wejangan Tingkat Kedua mengandung 3 (tiga) kalimat rafal , adapun rafal ke tiga didapat dari K.A.A.Serang Soeronegoro ( Bupati Kediri yang meninggal Th.1916 M ) . Dari Bupati Kediri ini selain mendapat rafal ketiga , kepada Ki Ngabehi Soerodiwiryo juga diberikan ‘Coretan Gaib’ dimana sebelum membuat coretan gaib ini , seseorang harus menebus dengan laku puasa membisu . 

Apabila para saudara ingin menyaksikan dipersilahkan datang dipendopo Kabupaten Kediri dan mengamat-amati ukir-ukiran pada ompak (alas) empat sokoguru (tiang) pendopo kabupaten tersebut .
Coretan Gaib ini tidak termasuk ‘wejangan tingkat kedua’ , tetapi diberikan beliau kepada para saudara SH yang selalu dekat dengan beliau dengan tambahan syarat harus sanggup mencari cara menulis dan membuatnya . 

KETIGA : Didapatkan juga dari GUSTI KENANGA MANGGA TENGAH selain wejangan tingkat pertama ( trap pertama ) , diterima untuk saudara-saudara SH terpilih untuk mendapatkan WEJANGAN TINGKAT KETIGA ( Trap Ketiga ) , dimana wejangan ini merupakan ajaran tertinggi bagi saudara-saudara SH tentang ‘SANGKAN PARANING DUMADHI’ yang mengajar kepada saudara SH untuk mengenal ‘Sangkaning dumadhi’ dan pada akhirnya nanti tahu kemana ‘Paraning Dumadhi’ .

Bagi saudara-saudara SH yang telah mendapatkan wejangan lengkap tersebut diatas , sudah diberi kewenangan untuk menjadi ‘Juru Kecer’ dalam penerimaan saudara-saudara SH baru secara dulu Ki Ngabehi Soerodiwiryo almarhum melaksanakan . 

SUMBER PENCAK SILAT 

Salah seorang guru pencak silat yang dianggap terbaik permainannya disamping memberi wejangan-wejangan ‘Dua Kalimat Rafal’ adalah DATUK RADJO BATUAH dari Sumatra Barat .
Dimana nama ‘Datuk Radjo Batuah’ selalu diperingati pada tiap-tiap selamatan upacara penerimaan saudara SH baru , lain guru dan pendekar tidak disebutkan namanya pada selamatan ini , tetapi beberapa permainan pencak silat yang dianggap penting yang melengkapi jurus-jurus pencak setya hati selalu diperingati dengan selamatan pada upacara tersebut .
Selain memperingati permainan-permainan pencak silat yang akan dipelajari tiap saudara saudara SH pada selamatan itu harus pula ‘memperingati asal mula terjadinya sebagai manusia dan letak berdirinya dibumi ini’ . 

Peringatan yang terakhir ini , tidak hanya pada waktu upacara penerimaan saudara baru saja , tetapi tiap-tiap berhajat apa saja beliau selalu mengingatkan saudara-saudara tua SH dahulu untuk supaya tidak lupa ‘Ingat akan Sangkan Paraning Dumadhi’ , sehingga pada waktu berlatih sambung diwujutkan dengan ‘Uluk Salam’. 

Upacara selamatan dimaksud agar saudara SH yang mempunyai hajad itu memperingati awal mulanya hidup didunia ini , dan yang kedua ialah agar supaya mendapat restu dan berkenan menerima wejangan-wejangan ilmu kebatinan dan permainan pencak silat guna dapat mengalahkan segala bahaya . 

Kejujuran Ki Ngabehi Soerodiwiryo yang selalu dibuktikan ialah , bahwa beliau selalu tidak melupakan jasa-jasa gurunya . Pada waktu-waktu memberikan pelajaran pencak silat selalu ditegaskan bahwa tegak-tegak ( stand ) atau langkah-langkah dan gerakan-gerakan tangan yang diajarkan itu didapat dari pendekar A dan B , dan permainan -permainan dari daerah C dan D dan begitu seterusnya . Demikian juga halnya dengan ilmu kebhatinan nya . 

Beliau dikalangan persaudaraan SH tidak suka disebut guru melainkan minta supaya disebut ‘saudara tertua’ saja , menurut keterangan beliau bahwa dalam mencari kepandaian pencak silat yang terpenting harus ‘mempunyai kemauan keras dan sangat berani’ . 

Sumber-sumber permainan pencak silat SH asalnya telah diuraikan pada riwayat hidup Ki Ng. Soerodiwiryo dimuka , dari sumber-sumber itulah beliau mengambil sari-sarinya dengan dicampur , diteliti berdasarkan pengalaman-pengalaman sambung dan latihan di berbagai tempat , cobaan-cobaan yang didapatkan dari perguruan lain atau dari perkelahian-perkelahian . 

Hasil dari pengambilan sari yang dicampur dan diubah secara teliti itulah yang memungkinkan beliau berhasil menciptakan beberapa jurus pencak silat yang digunakan sebagai dasar permainan pencak silat ‘Setya Hati’ . 

ASAL MULA NAMA JURUS-JURUS PENCAK SILAT SETYA HATI 
1. BETAWEN I
2. BETAWEN II
3. CIMANDE I
4. CIMANDE II
5. CIKALONG (slewah)
6. CIAMPEA I (besutan)
7. CIAMPEA II (krawilan)
8. TANAH BARU I
9. TANAH BARU II
10. PERMAINAN MONYETAN
11. CIMANDE III (kletan)
12. CIMANDE IV
13. CIMANDE V
14. CIBEDUYUT (toya)
15. PADANG PANJANG I
16. PADANG PANJANG II
17. CIPETIR
18. PADANG SIRANTI
19. SUMEDANGAN I
20. SUMEDANGAN II
21. LINTAU
22. CIMANDE VI
23. ALANG LAWAS I
24. ALANG LAWAS II
25. MINANGKABAU I (kucingan)
26. SOLOK MINANG
27. CIBEDUYUT
28. CIMANDE VII
29. TERLAKAN MONYETAN TUKANG[STERLAK](tdk diajarkan)
30. PADANG ALAI I
31. PADANG ALAI II
32. FORD DE KOCK
33. PADANG ALAI III
34. PADANG ALAI IV
35. KUDA BATAK
36. SIPAI MINANG III (blirik)


Oleh karena dalam penulisan ‘buku peringatan’ ini bukan untuk digunakan sebagai buku pelajaran pencak silat , maka disini tidak ditulis ataupun digambar bagaimana wujud dan cara mengerjakan jurus-jurus pencak silat SH